jackpot168 – Apakah Anda pernah bermain judi online? Judi jenis ini sangat merajalela saat ini di era digital. Ada berbagai jenis permainan judi online yang bisa Anda pilih dengan mudah. Permainan judi ini biasanya diakses dengan memanfaatkan internet dan teknologi yang ada. Dalam Islam, judi adalah salah satu hal yang dilarang oleh Allah SWT. Lalu bagaimana dengan hukum judi online menurut Islam. Menarik untuk dikupas mengenai hukum yang berlaku terkait permainan judi online. 

Mengenal Judi Online 

Sebelum mengulik hukum yang berlaku dalam permainan judi online dalam Islam, ada baiknya untuk mengetahui apa itu judi online. Judi online jackpot168 adalah permainan judi yang dilakukan dengan memanfaatkan smartphone dan komputer dengan bantuan sambungan internet. Biasanya sistem permainan dalam judi online ini sama dengan judi konvensional pada umumnya. Hanya medianya saja yang berbeda. Judi online ini menawarkan taruhan besar seperti judi bola, kasino online, dan lain – lain. Banyak orang yang bertanya – tanya, apakah judi online ini hukumnya haram atau tidak? Hal ini cukup menarik karena pemain judi online tidak bertemu secara langsung. 

Judi Online Adalah Perbuatan Setan 

Judi online adalah sebuah aktivitas praktik judi untuk mengundi untung dan rugi. Bila pemain mendapatkan keberuntungan, maka akan tembus dan memperoleh uang banyak. Tetapi, bila sedang siang, maka akan dengan mudah kehilangan banyak orang. Apapun itu praktik dan bentuk judinya bisa dikatakan bahwa itu merupakan kegiatan taruhan untuk mencari menang dan kalah dengan hadiah tertentu. Ada firman yang menyatakan bahwa setiap permainan dengan dua pilihan untung dan rugi yang dilakukan oleh peserta, permainan tersebut adalah judi. Perbuatan judi ini sangat dilarang agama dan sudah ada dalilnya yang menyatakan bahwa berjudi, minum khamr, korban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah amalan dan perbuatan setan yang penuh dosa. Sebagai umat Islam yang baik, sudah seharusnya Anda menjauhi perbuatan tersebut. Perbuatan tersebut justru akan menambah dosa Anda saat di dunia. Hal ini termasuk judi online yang sama haramnya dengan jenis judi lainnya. 

Hal Buruk dari Judi Online 

Ada beberapa bentuk celaan yang ditujukan untuk judi online dalam agama Islam. Yang pertama adalah judi merupakan perbuatan najis dan dosa. Judi juga perbuatan setan. Judi harus dijauhi agar tidak menjerumuskan Anda dalam dosa. Meninggalkan judi online adalah suatu keberuntungan. Judi online merupakan salah satu alat yang dipakai setan untuk menimbulkan permusuhan dan membuat kaum muslimin lupa dengan waktu sholat. Dengan banyaknya hal buruk dalam Islam, sudah sepantasnya Anda tidak bermain judi. Dan bagi Anda yang masih bermain judi, sebaiknya berhenti untuk melakukannya. 

Hukum Judi Online 

Apapun permainan judi dilarang oleh agama. Baik Anda melakukan judi online tanpa ataupun dengan taruhan. Banyak orang yang bertanya – tanya jika bermain judi online tanpa taruhan apakah masih haram. Hukum judi online menurut Islam adalah haram dan sangat terlarang. Hal ini berlaku baik Anda bermain judi dengan taruhan ataupun tidak memberikannya. Bukan berarti jika Anda bermain judi online tanpa taruhan itu diperbolehkan oleh agama. Semuanya sama saja hukumnya dan dilarang oleh Allah. Siapapun yang mencoba melakukan judi, maka dosa besar sudah menantinya. Perbedaanya adalah tingkatan hukum permainan judi itu sendiri. Bila Anda memainkan judi online tanpa taruhan, maka hal ini tetap haram hanya saja tingkatannya lebih ringan dibandingkan dengan taruhan. Tetapi, tetap satu kata yaitu hukum judi online adalah haram dan terlarang bagi kaum muslimin. 

Judi online ini terdiri dari berbagai jenis permainan baik kartu, bola, kasino, dan lain – lain. Semua jenis judi online ini adalah haram. Ada alasan yang mendasari kenapa ini haram yaitu dikarenakan judi online menyesatkan dan melalaikan para penjudi. Ini berdampak buruk terhadap kehidupannya. Hukum judi online menurut Islam sudah dijelaskan dalam beberapa dalil Al Qur’an yang tetap menyatakan semua jenis dan kegiatan judi termasuk larangan dan haram. Jika Anda melanggarnya, maka sama saja menantang Allah SWT. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *